Tentang Sastra Djingga

Sastra Djingga adalah sebuah nama siloka atau lambang, nama Sastra Djingga diambil dari Bahasa Sunda - Kuno. Kosa kata "Sastra" memiliki arti "Tulisan", dan "Djingga" merupakan campuran warna "Merah dan Putih" yang memiliki arti "Nafsu dan Ketulusan". Sebutan "Sastra Djingga" bukan berarti "Tulisan Merah dan Putih" tetapi diartikan sebagai "Lambang Nafsu dan Ketulusan". Dimana manusia dalam menjalankan hidup akan dihadapkan pada dua pilihan jalan yaitu jalan yang baik atau jalan yang benar. Sastra Djingga digambarkan dalam sebuah serita di sebuah negeri yang penuh dengan gejolak dan dinamika kehidupannya.

Nagari Atas Angin adalah sebuah negeri entah berantah penuh khayalan dan cita-cita yang diwarnai dengan berbagai macam intrik politik, ekonomi, sosial dan budaya. Kehidupan rakyat Nagari Atas Angin disajikan dalam kisah-kisah menarik kehidupan manusia dalam menjalani hidupnya. Kisah-kisah yang disajikan diharapkan akan menjadi cermin dan bahan refleksi atau instrospeksi diri bagi para pembaca dengan tidak memandang pada ras, suku, agama, usia dan latar belakang.

Kisah-kisah yang disajikan merupakan kisah-kisah fiktif belaka atau khayalan dari seorang penulis. Apabila terjadi kesamaan kisah atau pengalaman, maka hal ini hanya kebetulan saja. Penulis tidak bermaksud untuk membuka aib seseorang dan dipulikasi ke hadapan umum.

Tulisan dalam blog ini tentu banyak kelebihan maupun kekurangan, khususnya bagi penulis yang belum berpengalaman dalam menulis dan wawasan yang masih terbatas. Selanjutnya umpan balik dari para pembaca sangat diperlukan demi perbaikan, di mana umpan balik dapat berupa kritik dan saran bagi penulis dan dapat disampaikan melalui kolom komentar yang disediakan atau dapat mengirim pesan langsung melalui kotak Kontak yang tersedia di blog ini .

Jakarta, 22 Februari 2017

Sastra Djingga - Juru Kunci Nagari Atas Angin